oleh

Tanggung Jawab Yang Begitu Besar, Kolaborasi Dan Sinergitas Adalah Solusinya.

Diskusi pada pelaksanaan Workshop  Peningkatan Kapasitas Daerah Dalam rangka Percepatan Penanganan Perumahan Kumuh dan Permukiman Kumuh di Kota Gorontalo,mengacu pada uu No. 01 Tahun 2011 PP no 14. Tahun 2016. Yang intinya Pemerintah daerah perlu menyusun rencana kebijakan tentang pencegahan dan peningkatan kualitas kawasan kumuh. Dan amanat peraturan Menteri PUPR No. 14 tentang pencegahan dan peningkatan kualitas terhadap perumahan kumuh dan permukiman kumuh. Tujuan pelaksanaan Workshop peningkatan kapasitas daerah dalam rangka percepatan penanganan perumahan kumuh dan permukiman kumuh di Kota Gorontalo adalah untuk memperkuat kapasitas dan peran pemerintah Kota Gorontalo sebagai pemrakarsa utama. Dalam Konteks kolaborasi dimana pemerintah daerah sebagai nahkodanya sekaligus meningkatkan komitmen  bersama dan strategi  dalam perumusan kebijakan yang telah ditetapkan.   Memperkuat dan menyempurnakan konsep rencana penataan kawasan yang dituangkan dalam (Rencana Pencegahan dan Peningkatan Kualitas Perumahan Kumuh dan Permukiman Kumuh) RPKPKPK. Membuat desain dan strategi yang didalamnya memuat kegiatan yang kolaboratif, baik anggaran APBN, APBD Provinsi maupun APBD Kota dan sumber-sumber pembiayaan lainnya.

Workshop Peningkatan Kapasitas Daerah Dalam Rangka percepatan Penanganan Perumahan Kumuh dan Permukiman Kumh di Kota Gorontalo, dilaksanakan pada Hari Senin, 29 November 2021, di Grand Ballroom Hotel Maqna Kota Gorontalo. Narasumber  Kadis Perkim Provinsi Gorontalo, Kepala Balai Prasarana Permukiman Wilayah Gorontalo Kepala Bappeda Kota Gorontalo dan Kadis perkim Kota Gorontalo. Peserta Workshop adalah OPD terkait, Camat sekota Gorontalo, Lurah dan Koordinator BKM baik lokasi penanganan kumuh sesuai SK Walikota Gorontalo dan lokasi pencegahan dengan jumlah peserta sesuai undangan 125 orang.

Heru Zulkifli Thalib, Kadis Perkim Kota Gorontalo pada laporannya menyampaikan bahwa, gambaran wilayah kumuh di Kota Gorontalo, sesuai SK kumuh Tahun 2017, dengan luasan 225,27 HA. Setelah dilakukan intervensi penataan kawasan maupun lingkungan maka diakhir Tahun 2020 menyisahkan 41 Ha. Seiring dengan berakhirnya SK lama maka dilakukan kembali  pendataan baseline dan ditemukanlah kawasan kumuh baru seluas 165 Ha. Sehingga pada SK baru Tahun 2020 akumulasi dari kumuh lama dan tambahan temuan kumuh baru berdasarkan pendataan menjadi luas kumuh 206,7 Ha.  Sesuai target Lima Tahun kedepan kita akan melakukan pengurangan secara siknifikan luasan kawasan kumuh yang sudah teridentifikasi melalui serankaian kebijakan dan strategi. Kebijakan yang akan diambil pengembangan sistem pengendalian untuk sistem pencegahan dan peningkatan kualitas sarana dan prasarana  bangunan hunian dikawasan-kawasan permukiman yang terduga kumuh maupun kawasan kumuh. Ada peningkatan kolaborasi multi sektor yang dapat mendukung upaya-upaya penanganan kumuh. Selain itu faktor kunci lain adalah peningkatan peran kelembagaan dan kepoloporan masyarakat, dalam pemanfaatan dan pemeliharaan, baik pada skala kawasan maupun lingkungan dalam mendorong fartisipasi masayarakat. Menginisiasi memberikan penghargaan (Reward) kepada  pihak yang punya andil besar memberikan kontribusi  dalam upaya mengurangi dan melakukan pencegahan kumuh yang ada di Kota Gorontalo. “Kata Heru Zulkifli Talib” Kadis Perkim Kota Gorontalo.

Strategi kedepan agar kita dapat mengurangi luasan-luasan kumuh sekaligus mencegah jangan ada kawasan kumuh baru, akan dilakukan Dua strategi, Pencegahan Kumuh, yang didominasi kegiatan-kegiatan non fisik. Seperti pengawasan dan pengendalian dan pemberdayaan masyarakat. Peningkatan kualitas dilakukan melalui kegiatan fisik dalam bentuk penanganan seperti pemugaran, peremajaan dan permukiman kembali dan pengelolaan untuk mempertahankan kualitas sarana yang telah dibangun. Kawasan di Kota Gorontalo tergabi dari Tiga ketagori, Tidak kumuh, atau sudah pernah dilakukan intervensi, terduga kumuh, kemungkinan karena pada beberapa tahun kemarin tidak sempat memberikan perhatian, sehingga mengara keterduga kumuh kembali. Dan Kawasan kumuh, ini dilakukan pendekatan peningkatan kualitas, baik skala lingkungan maupu skala kawasan. Sesuai RPJMD target pengurangan kumuh yang dituangkan dalam renstra Tahun 2020-2024, dari 206,7 Ha, Tahun 2021 ditargetkan dikurangi 24 %, Tahun 2022 , kita kurangi 33 %, Tahun  2023 36 % dan Tahun 2024 menyisahkan 7 Ha.  Alhamdulillah sesuai target pada Tahun 2021 ini telah diintervensi melalui APBN, APBD Provinsi dan Kota sebesar Rp. 16.220.920.000. dengan perhitungan diakhir tahun pada penyelesaian semua kegiatan akan mengintervensi pengurangan kumuh seluas 37 %. Ini melawati target yang dipasang untuk tahun 2021 24 %. Dan ini berkontribusi positf baik sekarang maupun tahun yang akan datang karena diakhir tahun ini sudah memberi kontribusi 13 % dari Target yang yang telah ditetapkan sebelumnya.

 Marten Taha, Walikota Gorontalo pada sambutannya, menaruh perhatian dan senyum pada Workshop kali ini, dimana kita meningkatkan kapasitas Daerah, kapasitas dari Pemerintah dan masyarakat. Bukan saja kapasitas pemerintah daerah akan tetapi kapasitas Daerah, sebab darah itu terdiri dari pemerintah dan masyarakat. Kapasitas daerah ini diharapkan mampu melakukan langka-langka strategis. Apa yang harus kita lakukan, dalam rangka untuk melakukan perbaikan lingkungan, kawasan permukiman dan perumahan kita. Ini sangat erat kaitannya dengan lingkungan hunian, yang berkaitan erat pulah pada pembinaan kelurga dan penciptaan keluarga yang berkualitas, dan penciptaan generasi yang berkualitas. Perlu fokus dan memberikan perhatian yang serius bagaimana permukiman kumuh dapat ditangani dengan baik. Pada kebijakan Pemerintah Kota Gorontalo, yang telah dituangkan dalam RPJMD 2020-2024 yang juga bersumber dari RPJMN, kebijakan pembangunan kota itu menempatkan pembangunan infrastruktur sebagai prioritas kawasan permukiman menjadi salah satu bagian penting didalamnya.

Tanggung jawab yang begitu besar “Kata H. Marten Taha” dalam menuntaskan kawasan kumuh di Kota Gorontalo ini, takkan dapat kita selesaikan tanpa didukung oleh adananya sinergitas kolaborasi dari semua stake holders, Pemerintah Pusat, Pemerintah daerah dan para pelaku yang bergiat dalam menuntaskan penataan kawasan perumahan dan permukiman. Menata kawasan sama dengan menata kota, menata kota sema dengan menata republik ini. Menjadi kesepakatan kita, agar diwaktu yang akan datang tidak lagi tumbuh kawasan baru, agar benar-benar kota Gorontalo terhindar dari kota kawasan kumuh. Kita sudah punya pengalaman yang cukup, bagaimana upaya-upaya pengurangan dan pencegahan luasan kumuh ini. Dan setelah itu dilakukan berkat dukungan semua pihak. Tidak ada pemerintahan yang boleh bekerja sendiri, harus berkolaborasi dan bersinergi, Saya dibantu dari pusat, melalui Balai jalan, sungai, Balai permukiman, demikian juga dari semua stake holders yang ada, provinsi, Kabupaten/Kota, dan masyarakat apa lagi. Termasuk LPM dan BKM yang ada. Oleh karena itu dukungan semua pihak menjadi aset penting bagi kita untuk melakukan penanganan kumuh di Kota Gorontalo. Melalui kegiatan ini saya berharap agar komitmen kolaborasi ini yang telah kita sepakati dan tetap dijaga agar makin banyak turut berkolaborasi dalam gerakan yang sangat mulia ini sehingga Kota Gorontalo menjadi Kota yang layak huni dan berkelanjutan. Hal ini perlu kita lakukan sebagaimana kita ketahui bersama bahwa, diera pandemi ini, kemampuan pemerintah, baik pusat, maupun provinsi dan kabupaten/Kota, terhadap pembiayaan pembangunan makin sedikit. Mengalami pengurangan yang sangat siknipikan. Oleh karena itu pilihan strategis adalah kolaborasi, sinergitas, agar agenda penataan kawasan kumuh di Kota Gorontalo tidak terkendala dari pembiayaan baik pusat, provinsi maupun kota Gorontalo. Ucapan terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung dan berkontribusi didalam upaya-upaya pemerintah Kota Gorontalo untuk menata dan mengurangi luasan kumuh di Kota Gorontalo. Semua itu merupakan wujud kesepakatan terhadap kita semua, terhadap Kota Gorontalo, agar lebih menarik, lebih asri, lebih sejuk dan lebih rapi serta lebih sehat agar masyarakatnya lebih bahagia. Sehingga saya selalu mengingatkan , “Benahi Kota, Rumah Kita Bersama”.

Penulis   : Sub. Prof. Komunikasi OSP-8 Provinsi Gorontalo

Eitor         : Mustafa Hanafi

                         Gorontalo, Mustar Musyahri
                              30 November 2021

 

News Feed