oleh

Survei Kemendikbud: Mayoritas Mahasiswa Ingin Kuliah Tatap Muka

Pelopornews.com Jakarta –

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menggelar survei soal evaluasi pembelajaran daring atau belajar jarak jauh untuk mahasiswa. Hasilnya, 90 persen mahasiswa menyatakan lebih menyukai kuliah langsung dibandingkan kuliah daring.

“Meskipun tadi kita lihat ketercapaian pembelajaran cukup baik, tapi ketika kita tanya apakah memilih daring atau lebih memilih luring (luar jaringan), 90 persen mengatakan masih lebih baik luring. Jadi pertemuan langsung dengan dosen lebih bagus dibandingkan dengan melalui daring,” kata Plt Dirjen Pendidikan Tinggi (Dikti) Kemendikbud, Nizam, dalam rapat dengan Komisi X DPR, Kamis (9/7/2020).

Survei Kemendikbud terkait pembelajaran daring atau belajar jarak jauh dilakukan terhadap 230 ribu mahasiswa yang tersebar di 32 provinsi pada akhir Maret 2020. Mahasiswa responden dari tahun masuk kuliah 2015 hingga 2019. Namun, tak dijelaskan lebih lanjut soal metode survei maupun pemilihan responden.

“Yang mengatakan lebih suka daring adalah mereka yang memang sudah siap secara teknologi dan sarana-prasarananya,” ungkap Nizam.

Mahasiswa mengeluhkan soal koneksi internet selama kuliah daring. Di sisi lain, Nizam menyebut meski kuliah daring, materi pembelajaran bisa tersampaikan dengan baik.

“Faktor yang mendukung keberhasilan adalah selain kesiapan dosen adalah kesiapan mahasiswa. Yang menjadi masalah adalah koneksi internet yang buruk dan kekurangsiapan dosen di dalam menyiapkan modulnya,” sambung Nizam.”Dari survei tersebut kita lihat transformasi pembelajaran daring dengan sangat cepat, dan ternyata kualitas pembelajaran cukup tersampaikan, baik dari sisi materi pembelajarannya maupun alat pembelajarannya,” ujarnya.

Lebih lanjut, Nizam mengatakan pihaknya akan terus melakukan perbaikan kuliah daring. Mutu belajar hingga penggunaan teknologi yang efisien menurutnya masih harus ditingkatkan.

“Teknologi daring ini kita yakini masih banyak yang dapat dan harus kita tingkatkan. Karena ini bisa memperluas jangkauan dan meningkatkan mutu pendidikan karena mahasiswa bisa mengambil mata kuliah lintas perguruan tinggi. Aspek-aspek seperti bahan ajar, metode perkuliahan, dan kerja sama antara perguruan tinggi perlu kita dorong dan tingkatkan,” tandasnya.

News Feed