oleh

Sekolah Rentan Jadi Sarang Penularan COVID-19, Ini 3 Saran PMI

Pelopornews.com  – Sebagian sekolah di zona hijau COVID-19 sudah efektif menjalankan pembelajaran tatap muka. Meski di zona hijau, risiko penularan COVID-19 pun sangat dikhawatirkan. Bukan tidak mungkin juga bisa menjadi klaster baru, seperti yang sudah pernah terjadi sebelumnya.

 

Misalnya, di Lingkungan pondok pesantren, juga kawasan Secapa AD Bandung. Sekretaris Jenderal Palang Merah Indonesia (PMI) Sudirman Said mengatakan, saat belajar tatap muka di sekolah sudah berlaku di zona hijau COVID-19, tetap harus dipikirkan ulang bagaimana risikonya. Jika positif COVID-19 masih ada, peluang untung penularan pun bisa dielak. 

Sepanjang masih ada masalah pada virus apa pun yang ada, untuk penularan virus,” kata Sudirman, dikutip dari siaran pers, Rabu 15 Juli 2020.
Berikut 3 Saran dari PMI agar menghindari keberadaan klaster baru COVID-19 di Lingkungan sekolah.
Belum Lagi DENGAN adanya Peringatan WHO bahwa ditemukan Penyebaran COVID-19 through Udara ( udara ). Hal ini juga banyak ditemukan di Lingkungan Pendidikan. Menurut Sudirman, bukti bahwa distribusi virus semakin tinggi. Sayangnya kewaspadaan masyarakat tampak semakin menurun.
Kita perlu bangkitkan kembali solidaritas warga untuk saling mengingatkan, saling mendukung. Ada rumusan: ‘ wabah di mana saja adalah wabah di mana-mana’ . Mendukung jika ada penyebaran kasus di Bandung, Surabaya, Semarang, dan di tempat lain, itu berarti selalu ada perubahan di tempat -tempat berbaring, “bebernya.

Di Jakarta contohnya, lanjut Sudirman, sudah pernah naik dan stabil, tapi sekarang mulai naik lagi angkanya. Bisa karena penyebaran lokal DKI Jakarta, tetapi juga bisa mengalihkan interaksi warga DKI dengan warga wilayah lain yang masih tinggi angka penularannya.

PMI punya langkah antisipasi untuk meminimalisir risiko klaster baru COVID-19 di sektor pendidikan. Sejak Februari 2020, PMI aktif melakukan promosi kesehatan tentang kampanye perlindungan kesehatan. Mulai April, relawan PMI bersama sama dengan elemen masyarakat, dan TNI / POLRI aktif melakukan penyemprotan disinfektasi ke tempat-tempat umum, termasuk sekolah, madrasah dan pesantren. 

Dengan usaha yang demikian, kami tetap berpandangan tentang cara terbaik mengurangi risiko yang menghindari kesulitan,” terangnya.

Sekolah menyediakan westafel dan sabun cuci tangan

Tambah dr. Laurentius Aswin Pramono, M.Epid, SpPD, Ahli Epidemiologi Klinik dan Penyakit Dalam FKIK Unika Atma Jaya & Rumah Sakit St Carolus, walau berada di zona hijau COVID-19, sekolah-sekolah yang dapat menggunakan protokol kesehatan sesuai WHO dan Kemenkes RI

Kalau masyarakat dan semua pihak yang menjalankan protokol kesehatan, angka pertambahan kasus COVID-19 bisa mengendalikan,” ujar dr Aswin.

Setiap sekolah harus meminta topeng kepada siapa saja, menyediakan fasilitas mencuci tangan, memeriksa suhu tubuh, penyemprotan disinfektan, serta menyediakan kapasitas ruang kelas. Dokter Aswin menambahkan, baik anak-anak maupun orang dewasa, tak boleh melepaskan protokol kesehatan. Menerima jumlah yang dikeluarkan COVID-19 lebih dari 75 ribu sejak empat bulan yang lalu. 

“Mereka bisa menjalankannya dan harus mengaturnya,” pungkasnya.

Sumber : vv

 

News Feed