oleh

Penerapan Sertifikat Tukang, Kompetensi Tukang Yang Berkualitas

-Artikel-8 views

Persaingan pekerjaan disemua aspek kehidupan menjadi penomena yang harus diatasi saat sekarang ini. Dimana di era globalisasi, digitalisasi dengan transparansi dan akuntabilitas, menuntut semua pencari kerja termasuk tenaga kerja tukang, tidak saja mempunyai keterampilan dan kualitas pekerjaan. Akan tetapi pada jaminan lain pemerintah harus ikut andil   memberi jaminan bagi tenaga kerja tukang sesuai dengan keahliannya sebagai legalitas formal dalam bentuk sertifikat. Secara sederhana dipahami bahwa di era sekarang ini, kemajuan disemua tingkatan kehidupan manusia mengalami peningkatan yang sangat cepat sekali. Hope and reality  pada kebutuhan pelayanan jasa konstruksi masih sangat jauh dari kebutuhan yang ada. Untuk itu pembekalan dan uji sertifikasi tenaga kerja konstruksi, merupakan satu kebutuhan masa kini yang harus dilakukan untuk memenuhi kebutuhan ketenaga kerjaan dibidang konstruksi. Melalui Program Kota Tanpa Kumuh (Kotaku) OSP-8 Provinsi Gorontalo bersama Balai Prasarana Permukiman Wilayah Gorontalo (BPPW) melakukan Uji sertifikasi tenaga kerja, sebagai jaminan atas keahlian yang dimiliki para tukang tersebut.

Uji sertifikasi tenaga kerja tukang dilaksanakan pada Hari Kamis, 14 Oktober 2021, di Auditorium Kampus Universiat Gorontalo. Pada laporan ketua panitia pelaksana, oleh “Dita Nurul Prasetia” melaporkan bahwa, Peserta 53 Orang dari PISEW, Kotaku Kabupaten Gorontalo untuk perwakilan 3 Desa dan 2 Kelurahan, utusannya masing-masing 2 Orang. Sehingga jumlah peserta dari Program Kotaku dan PISEW total 63 Orang. Uji sertifikasi tenaga kerja tukang dilakukan selama  Satu Hari dengan pembekalan berupa, materi, teori, dan simulasi yang dibawakan oleh Pemandu dan pelatih serta pendanaannya, dari Balai Jasa Konstruksi Wilayah VI Makassar Sulawesi Selatan. Pembekalan dan uji sertifikasi tenaga kerja konstruksi, atau biasa disebut tukang, sangat penting untuk dilakukan, mengingat kegiatan padat karya program Kotaku tersebut memiliki standar kualitas infrastruktur yang harus dipenuhi.

 Roslianty Abd. Rahman, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Pengembangan Kawasan Permukiman (PKP) Gorontalo, mengingatkan kepada peserta uji sertifikasi bahwa kegiatan ini sangat strategi  kedepan kepada bapak semua sebagai tukang. Dimana setiap kegiatan yang dilaksanakan, prioritas diberikan kepada pekerja  yang bersertifikat. Tukang sering kali mempunyai keterampilan dan kualitas pekerjaan yang baik, tapi kerena tidak memiliki sertifikat maka, ini akan menjadi masalah untuk bersaing dengan tukang lainnya, dan menjadi hambatan mendapatkan pekerjaan. “Kata Roslianty Abd. Rahman”. Perlu diketahui bahwa pekerjaan yang ada di Balai itu nialinya Milyaran bahkan puluhan Milyar. Tantangan serta peluang , tukang yang ada di Gorontalo dapat bersaing dengan tenaga kerja tukang dari luar Gorontalo. Karena selama ini yang terjadi kebanyakan kegiatan Balai, diambil dan dikerjakan oleh tenaga kerja tukang dari laur. Penyebabnya karena kebanyakan para tenaga kerja tukang lokal, sekalipun sebagian sudah mempunyai keterampilan tapi, belum tersertifikasi dengan baik. Kesempatan dan peluang ini mohon dimanfaatkan sebaik-baiknya, uji sertifikasi ini bagi peserta tidak dipungut bayaran, diluar sana biasanya untuk memperoleh sertifikasi harus mengeluarkan dana sendiri.

 Rawin Adam, Kapala Satker pelaksanaan prasarana permukiman Provinsi Gorontalo, pada sambutan pembukaannya, di uji sertifikasi tenaga kerja konstruksi menyampaikan bahwa, kegiatan ini, menindak lanjuti amanat undang-undang No. 2 Tahun 2017,  pasal 70 tentang jasa konstruksi yang menyatakan, setiap tenaga kerja dibidang jasa konstruksi wajib memiliki sertifikat dan potensi kerja. Jadi kata wajib, oleh kita semua itu harus dipenuhi sebagai syarat untuk mendapatkan pekerjaan. Dan setiap pengguna jasa dan penyedia jasa wajib mempekerjakan tenaga kerja konstruksi yang memiliki sertifikat kompetensi kerja. Dan telah dicatat melalui SJIK terintegrasi. Sumber daya tukang oleh Rawin Adam, di Gorontalo  disadari masih belum mampu bersaing dengan  sumber daya tukang dari luar. Belum lagi pada persaingan secara global.  Untuk itu sekalipun  sudah mendapat sertifikat, keahlian dan keterampilan kata Rawin Adam, tetap juga perlu ditingkatkan. Hal lain, tentu tidak harus menghindari kalau ada tenaga kerja dari luar seperti dari Jawa, justru itu juga menjadi kesempatan untuk mendapatkan ilmunya.

Kerja sama melalui Balai jasa konstruksi Wilayah VI Makassar Sulawesi Selatan bersama Program Kotaku yang difasilitasi oleh Balai Prasarana Permukiman Wilayah Gorontalo. Pembekalan dan uji sertifikasi tenaga konstruksi semoga dapat dipertahankan dan ditingkatkan kedepan. Sehingga para tenaga kerja tukang lebih mudah mendapat fasilitas  sertifikatnya, sebagai prasyarat mendapakan pekerjaan.

Tenaga kerja yang sudah uji sertifikasi, melalui keahlian dan keterampilan pertukangannya, menjadi momen penting untuk menjamin kualitas pekerjaan yang telah diberikan kepadanya. Begitu pula halnya pekerjaan yang ada di program Kotaku, baik itu skala lingkungan maupun pekerjaan skala kawasan, kedepannya, para tenaga kerja tukang tersebut, akan menjadi Satu bagian dari beberapa indikasi untuk memberi jaminan agar kegiatan yang dikerjakannya, akan menjadi tepat waktu, dana dan kualitasnya.

Penulis: Mustar Musyahri, Sub Prof Komunikasi OSP 8 Program Kotaku Provinsi Gorontalo

Editor  : Mustafa Hanafi

Gorontalo, Mustarr Musyahri
   Jum’at, 15 Oktober 2021

 

News Feed