oleh

Penderita kanker serviks di indonesia kedua terbanyak di dunia

Sidrap. Pelopornews.com, Penderita kanker serviks di indonesia merupakan yang kedua terbanyak di dunia, setiap tahunnya sekitar 21 ribu kasus kanker serviks ditemukan di indonesia, tingginya angka ini disebabkan karena tidak adanya proses pemantauan atau pemeriksaan dini.

Mengingat hal tersebut Puskesmas Kulo menggalakkan pemeriksaan inspeksi visual asam asetat ( IVA) atau pemeriksaan dini gejala kanker serviks secara gratis.

“Meskipun gratis tapi masyarakat masih enggan untuk memeriksakan diri padahal itu sangat penting”, kata Hj. Suhria penanggungjawab sekaligus fasilitator IVA di Puskesmas Kulo, saat ditemui di poskesdes Rijang Panua Jumat (25/03/22).

Saat itu Hj. Suhria baru saja memeriksa salah seorang warga desa Rijang Panua yang datang ke poskesdes untuk memeriksakan diri.

“Bila masyarakat tidak sempat ke Puskesmas kulo, silahkan datang ke Poskesdes, nanti petugas poskesdes menghubungi saya, dan saya akan datang untuk memeriksa walaupun cuma satu pasien, seperti hari ini” Ucap Hj Suhria didampingi Bidan selvi petugas poskesdes Rijang Panua.

Masyarakat perlu diberikan edukasi akan pentingnya pemeriksaan IVA, agar bisa mengetahui lebih dini gejala kanker serviks sehingga bisa di tangani lebih awal dan meminimalisir angka kematian akibat kanker serviks (mulut rahim).

Untuk mencegah kanker serviks beberapa tindakan perlu dilakukan salah satunya yang paling diwajibkan adalah rutin melakukan tes IVA, pemeriksaan ini dilakukan untuk mendeteksi sel-sel dalam leher rahim yang berpotensi menjadi kanker tes ini juga direkomendasikan untuk dilakukan setiap tiga tahun sekali untuk wanita usia 21 tahun ke atas atau telah memiliki anak.

Selain melakukan tes IVA langkah pencegahan kanker pada perempuan lainnya dapat dilakukan dengan menjaga pola hidup sehat seperti tidak merokok, rutin berolahraga, menghindari minuman keras dan mengkonsumsi makanan yang tinggi akan antioksidan.

News Feed