oleh

Pelatihan Sertifikasi Tukang, Tantangan dan Peluang

Ketatnya persaingan di era globalisasi pada semua aspek, merupakan tantangan kepada stake holder untuk mencari solusi mengatasi masalah ini. Secara sederhana dipahami bahwa di era sekarang ini, kemajuan disemua tingkatan kehidupan manusia mengalami kemajuan yang sangat cepat sekali. Termasuk pada kebutuhan pelayanan jasa konstruksi. Pembekalan dan uji sertifikasi tenaga kerja konstruksi, merupakan satu kebutuhan masa kini yang harus dilakukan untuk memenuhi kebutuhan ketenaga kerjaan dibidang konstruksi. Apa yang dilakukan oleh program Kota Tanpa Kumuh (Kotaku) OSP-8 Provinsi Gorontalo, merupakan wujud nyata untuk membantu pemerintah yang selama ini menjadi tantangan bagaimana tenaga kerja yang ada, memiliki ketrampilan terkait dengan jasa konstruksi.Harus diakui antara kebutuhan ketenaga kerjaan yang bersertifikat, dan kesiapan yang tersedia, masih jauh dari harapan. Kondisi inilah kemudian ternaga kerja yang ada, sebelumnya terlebih dahulu wajib melakukan uji konpetensi dan sertifikasi sebelum terlibat dalam pelaksanaan pekerjaan di bidang jasa dan konstruksi kata T. Widianto. Terlebih lagi pada kegiatan pelaksanaan padat karya program Kota Tanpa Kumuh (Kotaku).

Pada pelaksanaan pembekalan dan uji sertifikasi tenaga kerja konstruksi, yang dilaksanakan oleh Program Kotaku, bekerja sama dengan Balai Jakon (Jasa Konstruksi) Maksassar Sulawesi Selatan. Diawal acara pembukaannya dimulai dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, Laporan Ketua Panitia Pelaksana, dan pada momen ini juga Kabalai Prasarana Permukoman Wilayah Gorontalo, Nurdiana Habibie, menyampaikan progres capaian program Kotaku, pelaksanaan kegiatan infrastruktur Skala Kawasan dan kegiatan infrastruktur skala lingkungan. Pada sambutan berikutnya, oleh pemerintah Kota Gorontalo dalam hal ini diwakili oleh wakil Wali Kota Gorontalo Ryan F Kono, menyampaikan banyak terima kasih kepada Jakon Makassar Sulawesi selatan, atas kerjasamanya dengan beberapa program yang ada di Kota Gorontalo. Terutama dalam upaya memberikan pembekalan dan uji sertifikasi tenaga kerja konstruksi. Tentu ini sangat bermanfaat dalam upaya percepatan dan perkembangan perekonomian dan kesajahteraan masyarakat Kota Gorontalo, Kata Ryan F Kono. Sambutan terakhir yang disampaikan oleh Dirjen Bina Konstruksi (T. Widianto), menyampaikan banyak terima kasih kepada Balai jasa konstruksi Makassar Sulawesi Selatan dan pemerintah Provinsi Gorontalo. Mudah-mudahan apa yang dicapai dapat dipertahankan dan ditingkatkan kedepan. Ini penting mengingat Gap kebutuhan atas tenaga kerja yang memiliki keahlian dan sertifikat masih sangat jauh dari ketersediaan yang ada. Pembukaan pembekalan dan uji sertifikasi tenaga kerja konstruksi program Kotaku Provinsi Gorontalo di buka secara resmi oleh Sekda Provinsi Gorontalo Darda Daraba.

          Kabalai-Prasarana-Perumahan-Wilayah-Gorontalo

Pelatihan sertifikasi tukang, atau pembekalan uji sertifikasi tenaga kerja konstruksi, Program Kota Tanpa Kumuh (Kotaku) dilakukan secara Vertual atau webinar. Pelaksanaan pelatihan sertifikasi tukang sendiri terlaksana di Dua tempat. Tempat pertama di Kabupaten Gorontalo dengan jumlah peserta Dua Puluh Orang, tempat kedua Kota Gorontalo Tiga Puluh Orang. Masing-masing ututasan Kelurahan mengirimkan utusan perwakilannya sebanyak Dua Orang. Total peserta Kota dan Kabupaten Gorontalo pada pembekalan dan uji sertipikasi tenaga kerja konstruksi Kotaku OSP-8 Provinsi Gorontalo sebanyak Lima Puluh Orang. Pelatihan Sertifikasi tukang itu sendiri dilaksanakan pada Tanggal 28 Juli 2020.

Pembekalan dan uji sertifikasi tenaga kerja konstruksi, atau biasa disebut tukang, sangat-sangat penting untuk dilakukan, mengingat kegiatan padat karya program Kotaku tersebut memiliki standar kualitas infrastruktur yang harus dipenuhi. Baik aspek seni infrastrukturnya begitu pula pada aspek kualitas bangunannya. Pembekalan, atau pelatihan sertifikasi tukang secara obyektif harus dimaknai secara lebih luas, bukan saja pada program Kotaku secara umum, tapi lebih spesifik pelatihan dan pembekalan sertifikasi tukang itu sendiri lebih memberi jaminan kepada subyek pelakunya untuk lebih menjamin peluang mendapatkan kerja demi memenuhi kebutuhan hidupnya sehari-hari. Ditengah pandemi atau Covid-19, dimana peluang untuk mendapatkan kerja sangat terbatas sekali. Sehingga oleh Kemeterian PUPR melalui program Kotaku menaruh banyak harapan,  kegiatan padat karya semoga menjadi bagian peluang atau solusi, selain perbaikan infrastruktur  skala kawasan dan lingkungan, juga membuka peluang kerja masyarakat setempat untuk mendapatkan penghasilan guna memenuhi kebutuhannya.

Dokumentasi peserta utusan kab. gorontalo

Kerja sama melalui multi sektor, Balai jasa konstruksi Makassar Sulawesi Selatan bersama Program Kotaku yang difasilitasi oleh Pemerintah Kota, Kabupaten, terkhusus Pemerintah Provinsi Gorontalo, memberikan contoh kongkrit komitmen untuk membangun kerjasama melalui pola kolaborasi. Pembekalan dan uji sertifikasi tenaga konstruksi semoga dapat dipertahankan dan ditingkatkan kedepan. Percepatan penanganan masalah kumuh baik yang terprogram melalui RPLP Kelurahan begitu juga yang ada pada RP2KPKP Kota dan Kabupaten Gorontalo bisa lebih cepat penanganannya.

Kolaborasi yang terbangun pada pelaksanaan pelatihan sertifikasi tukang, pada program Kotaku, semoga memberikan pelajaran yang yang lebih baik kedepannya. Dan yeng lebih terpenting dari semuanya itu adalah selesai persoalan kumuh melalui pola  kolaborasi yang sudah terbagun, Kawasan dan lingkungan lebih tertata rapi, Lima infrastuktur dasar terpenuhi, Jalan, Air, Sanitasi, draenase dan persampahan. Klimasnya Pemerintah Provinsi Gorontalo lebih aman, kawasan dan lingkungan permukimannya tertata rapi serta kesejahteraan dan kemakmuran masyarakatnya lebih terjamin.

Penulis: Mustar Musyahri, Sub Prof Komunikasi OSP 8 Program Kotaku Provinsi Gorontalo

Editor : Mustafa Hanafi

News Feed