oleh

Pelatihan Lurah , Singkronisasi dan Kolaborasi Menjadi Kata Kunci.

Hj. Meidy Silangen S.Pi, M.Si. (Kepala Bappeda Kota Gorontalo).

Lurah dan Desa merupakan jabatan yang sangat strategis, dalam upaya membangun kolaborasi pada semua sektor, sehingga oleh Program Kota Tanpa Kumuh (Kotaku) dipandang perlu untuk memberi penguatan kapasitas terutama dalam pendampingan Bantuan Pemerintah Untuk Masyarakat (BPM) Reguler Tahun 2021. Peran tugas dan fungsi Lurah sebagai pimpinan diwilayahnya, ini sangat menentukan keberhasilan Program Kotaku untuk menata permukiman yang layak huni dan berkelanjutan. Selain keberpihakannya, tentu tujuan lain yang kita harus perjuangkan melalui Lurah dan aparatnya, adanya rumusan Rencana Penataan Lingkungan Permukiman (RPLP) di setiap kelurahan untuk kita realisasikan bersama melalui BKM, KSM dan kelompok peduli lainnya yang ada disetiap Desa dan Kelurahan. Kebijakan, pengawasan serta keberpihakannya, terhadap program Kotaku dalam membangun kolaborasi pada semua stake holders menjadi kata kunci menata permukiman yang layak huni dan berkelanjutan.

6-7 Juli 2021, dilaksanakan Pelatihan Lurah dan Desa  di Aula Kantor Bappeda Kota Gorontalo. Nurhasnita Husain, sebagai Ketua Panitia Pelatihan melaporkan bahwa, tujuan pelatihan Lurah dan desa adalah untuk menambah pengetahuan dan memahami tugas serta memiliki komitmen dalam melakukan penataan permukiman yang layak hini dan berkelanjutan. Pembiayaan pada kegiatan pelatihan Lurah, desa dan aparatnya adalah bersumber dari Program Kotaku BPM PKM reguler tahun 2021. Narasumber pada pelatihan ini adalah Kepala Bappeda Kota Gorontalo, Dinas perkim Kota Gorontalo, dan Tenaga Ahli Kotaku OSP-8 Provinsi Gorontalo. Peserta pelatihan berjumlah 10 Orang. Perwakilan dari 5 Kelurahan Pilolodaa, Pohe, Bugis, Leato Selatan dan Leato Utara cluster Kota Gorontalo.

Dokumentasi

 Ilham Hamid Team Leader Program Kotaku OSP-8 Provinsi Gorontalo pada sambutannya menyampaikan, untuk Tahun 2021 ini Kota Gorontalo mendapatkan lokasi dan alokasi dana sebesar Rp. 8000.000.000. Tiga Milyar Rupiah diperuntukan untuk 10 Kelurahan sebagai BPM Cash For Work (CFW) atau padat karya tunai. Dan 5 Kelurahan untuk Rp.5.000.000.000, BPM reguler masing-masing Kelurahan mendapatkan kucuran dana sebesar Rp. 1.000.000.000. Program Kotaku untuk Tahun 2021 ini masih tetap melaksanakan kegiatan skala lingkungan. Tahun depan sesuai issu-issu Kotaku sudah berali pada skala kawasan. Yaitu penataan kawasan yang berbasis watsan air dan sanitasi serta penataan bangunan dan gedung. Ini akan berjalan secara terintegrasi dalam pelaksanaan kegiatannya. Khusus kota Gorontalo memang masih banyak bermasalah pada persoalan drainase, jalan lingkungan dan persampahan. Pelatihan Lurah dan Desa ini adalah bagaimana membuka wawasan kita, untuk melakukan singkronisasi perencanaan di level kelurahan. Supaya kegiatan infrastruktur yang dilakukan di Kelurahan itu berbasis pengurangan kumuh. Materi pelatihan ini lebih banyak pada singkronisas perencanaan di kelurahan, kemudian pemanfaatan kegiatan-kegiatan kolaborasi. Demikian “Kata Ilham Hamit” Team Leader Kotaku OSP-8 Provinsi Gorontalo.

Kepala Bappeda Kota Gorontalo, Meidy Silangen, pada pengantar sambutannya menyampaikan kepada peserta pelatihan bahwa, penanganan kumuh yang menuntaskan kurang lebih 189 H. Untuk mencapai 100-0-100, itu adalah semangat yang laur biasa. Khsusnya pemerintah di level bawa, Lurah, Camat, serta teman-teman pendamping OSP Tim Kotaku. Kalau bukan dengan kolaborasi tentu tidak akan terlaksana dengan baik. Sehingga semangat ini kita harus jaga. Ditengah pandemi seperti ini, anggaran APBD kita semakin berkurang, tetapi kita dapat support dana BPM Rp. 8.000.000.000. Tiga Milyar Rupiah untuk Cash For Work dan Rp. 5.000.000.000 untuk lokasi BPM reguler Tahun 2021. Ini semua kita harus syukuri, ditengah covid anggaran semakin berkurang tapi kita tetap mendapat support dana sehingga ini dapat membantu ekonomi masyarakat. Melalui pelatihan hari ini, memang setiap tahun dilakukan, diupdate apa-apa yang harus dilakukan. Sebagai aparat yang ada di Kelurahan yang mengawal lansung kegiatan ini, mindset ini selalu harus diupdate kaitannya dengan kegiatan-kegiatan yang akan dilaksanakan dilapangan.

Dokumentasi

Pelatihan hari ini dua hari kedepan, adalah sangat baik untuk  mendukung kegiatan-kegiatan yang sifatnya kolaborasi. Singkronisasi dan kolaborasi menjadi kata kunci dalam pelaksanaan Kotaku. “Kata Meidy Silangen”, Kepala Bappeda Kota Gorontalo. Dan kata-kata ini juga selalu disampaikan oleh Bapak Walikota Gorontalo. Dan apa yang dilakukan oleh Tim Kotaku ini selalu menjadi best practice bagi pemerintah Kota Gorontalo. Saya sendiri belajar banyak, bagaimana Kotaku mengelola kegiatan-kegiatan yang ada di Kota Gorontalo.

Pelatihan hari ini sangat bermanfaat untuk 5 Kelurahan yang mendapatkan BPM reguler Tahun 2021. Saya mensupport sekali program Kotaku, Karena sejak tahun 2016, membantu untuk pengentasan kumuh menuju 100-0-100 di Kota Gorontalo. Alhamdulillah capaian untuk 189 H. Sudah terlaksana. Dan hari ini adalah pelatihan untuk tahap cairnya  pelaksanaan kegiatan dengan baik. Saya support Kotaku, “Benahi Kota Rumah Kita Bersama”.

Penulis: Mustar Musyahri, Sub Prof Sosialisasi OSP 8 Program Kotaku Provinsi Gorontalo

Editor  : Mustafa Hanafi

Gorontalo, Mustar 
      7 Juli 2021