oleh

Misi Teknis Dukungan Pelaksanaan NUSP-KOTAKU, Kota Gorontalo

Rabu, 21 Oktober 2020 telah dilakukan meeting misi teknis dukungan pelaksanaan Neighborhood Upgrading and Shelter Project (NUSP) program Kotaku di Kota Gorontalo. Acara ini lakukan secara vertual atau webinar dengan peserta dari unsur lintas kementerian Bappenas, kementerian keuangan, kementerian dalam negeri, kementerian agraria dan tata ruang (BPN), kementerian PUPR, tim bank dunia dan Tim KMP. Kota Gorontalo sebagai pelaksana kegiatan misi teknis dukungan  pelaksanaan program Kotaku dihadiri lansung oleh Bapak Walikota Gorontalo, Kepala Balai Sarana Permukiman Wilayah (KBPPW) Gorontalo, Kepala Bappeda, Kadis Perkim Kota Gorontalo Tim Pokja PKP, tim Kotaku OSP-8 dan Korkot Program Kotaku Kota Gorontalo. Demikian disampaian oleh Ilham Hamid Team Leader Kotaku OSP-8 Provinsi Gorontalo pada pengantar perkenalan perwakilan peserta pusat kepada Pemerintah Kota Gorontalo, dan juga sebaliknya perkenalan perwakilan dari Gorontalo terutama yang hadir diruang kantor Walikota Gorontalo kepada peserta Wibinar dari lintas kementerian tersebut.

Pengantar laporan sambutan kepada Bapak Walikota Gorontalo bahwa kegiatan misi teknis implementasi program Kotaku ini dilaksanagakan selama Tiga Hari, (Rabu-Jumat).  Lokasi yang menjadi tujuan kunjungan adalah Kelurahan Limba B dengan kegiatan penanganan infrastruktur skala lingkungan dan penanganan skala kawasan. Hari berikutnya kamis di Kelurahan Donggala dengan agenda yang sama, hari terakhir, Jumat merupakan evaluasi yang menjadi catatan sebagai hasil misi teknis dan implementasi kegiatan program Kotaku di Kota Gorontalo.

Pada sambuatan pembukaan misi teknis dan implementasi program Kotaku, Marten A. Taha (Walikota Gorontalo) pada sambutannya mengatakan bahwa sebagai kota memperoleh pasilitas dan pendampingan pemerintah melalui program Kotaku, tentunya kami sangat mensyukuri dan memberi apresiasi terhadap keberadaan program ini. Karena harus diakui, selama lebih kurang Empat Tahun pelaksanaannya di Kota Gorontalo, terjadi perubahan yang sangat siknifikan. Terhadap kondisi fisik dan lingkungan pemukiman di Wilayah Kota Gorontalo. Sebagaimana kami pahami bahwa, program kotaku salah satu upaya Pemerintah untuk mencapai target pengurangan kumuh sebagaimana diamanhkan dalam RPJMN 2019-2024. Dan dirancang untuk mempertahankan prinsip-prinsip memperkuat peran pemerintah daerah, dan memperdayakan masyarakat sebagai bagian gerakan 100-0-100. 100% penyediaan air bersih, 0%  kawasan kumuh dan 100% layanan sanitasi terpenuhi. Oleh karena itu dalam rangka mendukung agenda pemerintah tersebut, yang juga sejalan dengan komitmen pemerintah Kota Gorontalo, untuk melakukan perubahan wajah Kota Gorontalo. Marten Taha, menambahkan bahwa diawal priode jabatannya, fokus penanganannya pada kegiatan bagaimana peningkatan kesejahteraan masyarakat, melaluim pergerakan pengembangan perekonomian yang siknifikan sehingga mampu menurunkan angka kemiskinan, menurunkan angka pengangguran, meningkatkan pertubuhan ekonomi, menaikkan IPM, maka sekarang saya fokus pada pembangunan infrastruktur untuk merubah wajah kota sebagai Ibu Kota Provinsi. Maka upaya penataan kawasan permukiman, khusunya kawasan kumuh terus kami lakukan dan kami kembangkan.

Upaya penataan kawasan permukiman ini, sangat penting artinya, bagi pemerintah Kota Gorontalo. Sehingga target pengurangan luasan permukiman kumuh ini, kami tuangkan sebagai salah satu target penting dokumen rencana pembangunan jangka menengah pembangunan daerah Kota Gorontalo tahun 2019-2024. Tentu sesuai SK yang telah ditandatangani lansung oleh Bapak Walikota Gorontalo. Yang saya tandatangani pada tahun 2017, dengan luasan kumuh 225,75 H. Melalui pokja PKP yang telah dibentuk pemerintah Kota Gorontalo, telah merumuskan dan menetapkan agenda pengurangan luasan kumuh, di Kota Gorontalo. Strategi pencapaian ini dengan melalui kerjasama dan kolaborasi semua pihak yang terkait. Yaitu Pemerintah sektor swasta, lembaga-lembaga kemasyarakatan. Seperti BKM, LPM dan pokmas serta anggota masyarakat itu sendiri. Melalui penanganan kawasan kumuh ini sampai pertengahan Tahun yang lalu pemerintah Kota dan seluruh stake holders terkait telah berhasil mengurangi luasan kumuh di Kota Gorontalo 183,97 H.  Sehingga akhir tahun 2019 tersisa 41 H kurang lebih. Dimana ini direncanakan akan dapat dituntaskan sampai dengan Tahun 2024. Sesuai surat Direktur PKP yang kami terima bahwa, dalam kaitan upaya kolaborasi penanganan kumuh ini, kota Gorontalo Tahun 2020 ini mendapatkan alokasi dana sebesar Empat Milyar yang diperuntukan untuk Kelurahan Siendeng, Donggala, Lekobalo dan Kelurahan Talumolo. Tentunya kami sangat syukuri dan Apresiasi dan juga akan kami pastikan, agar pelaksanaan kegiatan di Empat kelurahan ini, mendapatkan dukungan sepenuhnya dari Pemerintah Kota Gorontalo, melalui OPD-OPD terkait. Pemerintah Kelurahan setempat dan juga seluruh lapisan masyarakat, yang juga nantinya menjadi penerima manfaat dari program ini. 

Selanjutnya untuk skala kawasan Lasbejer, lasahido bersih dan jernih, tapi kalau ada pengertian lain itu tidak bagus untuk disampaikan. Dikelurahan Limba B Tahun 2020 dengan alokasi dana 9,6 Milyar. Sudah selesai dilaksanakan. Dan Alhamdulillah secara drastis dapat merubah kawasan tersebut. Kawasan ini persis berada pada jantung kota Gorontalo. Suatu kawasan dimana padat penduduknya, kawasannya sangat kumuh dan terletak ditengah kota. Dengan anggaran sebesar 9,6 Milyar ini bisa kita sulap menjadi sebuah kawasan wisata dalam kota. Saat ini menjadi kawasan yang tertata rapih. Upaya penting selanjutnya adalah bagaimana kita dapat mengajak dan mengedukasi masyarakat setempat untuk dapat mempertahankan kondisi lingkungan permukiman agar tidak kembali menurun kualitasnya. Dengan cara merubah pola fikir masyarakat, dan tetap menjaga kebiasaan kebersihan dan keindahan, keteraturan lingkungannya, agar tetap sehat dan nyaman dan menarik. Apalag disaat pandemik seperti saat sekarang ini, saatnya untuk kita mengedukasi masyarakat untuk berprilaku hidup bersih dan sehat.

Oleh karena itu saya tetap berharap agar pelaksanaan rapat bersama tim bank dunia ini peserta tetap dapat memberikan  masukan dan arahan-arahan terhadap pelaksanaan penanganan kumuh di Gorontalo, terutama issu terkait dengan permasalahan pengelolaan infrastruktur skala kawasan khususnya skala kawasan lasbejer atau Limba B paska penataan, issu kolaborasi lintas sektor yang belum sepenuhnya dapat dilaksanakan dan issu mencegah timbulnya lokasi kumuh baru. Atas perhatian dari pihak kemeterian dan juga dari pihak bank dunia yang selama ini telah diberikan kepada kami Pemerintah dan masyarakat Kota Gorontalo. Termasuk semua elemen pendukung upaya-upaya penataan wajah Kota Gorontalo. Saya atas nama pemerinta Gorontalo dan masyarakat menyampaikan penghargaan dan rasa syukur dan terima kasih serta epresiasi yang sebesar-besarnya.

Penulis: Mustar Musyahri, Sub-Prof Komunikasi Program Kotaku Provinsi Gorontalo

Editor : Mustafa Hanafi

Gorontalo,Mustar Musyahri Kamis,22 Oktober 2020

News Feed