oleh

Lurah Siap Membangun dan Merawat

-Berita-38 views

Rangkaian Pelatihan Peningkatan Kapasitas Masyarakat (PKM), Bantuan Pemerintah untuk Masyarakat (BPM) Tahun 2020, Satu diantara beberapa pelatihan didalamnya adalah pelatihan Lurah/Kepala Desa (aparat kelurahan/desa). Dimana Tujuan dari pelatihan ini  meningkatkan pemahaman mengenai tugas dan fungsi Lurah/Kepala Desa dalam penataan permukiman yang layak huni. Meningkatkan pemahaman dalam melakukan inisiasi kolaborasi dan atau mengintegrasikan kegiatan yang ada di RPLP (pemenuhan tingkat pelayanan 5 infrastruktur utama ≥ 80% (Air Minum, sanitasi, persampahan, drainase dan jalan) ke dalam RPJMDES/RKP untuk Desa dan Renstra/Renja untuk Kelurahan atau sumber lain, dan meningkatkan pemahaman dan keterampilan dalam pemeliharaan hasil kegiatan pembangunan yang telah dibangun sebelumnya.

Diawal pembukaan pelatihan Lurah/Kepala Desa oleh Yani Reynald Manoi, (Kabid Perkim Kota Gorontalo). Pada kesempatan tersebut menyampaikan beberapa persoalan pemeliharaan Infrastruktur yang dibangun terutama persampahan, baik itu tempat sampah, maupun motor sampah, yang sampai sekarang sulit terpelihara dengan baik. Hal ini akan menjadi topik yang harus dibahas ditingkat Kota Gorontalo, bagaimana penyelesaiaannya, dan diharapkan dapat berfungsi sesuai dengan rencana sebelumnya. Karena penyelesaian persoalan sampah adalah kebutuhan Bersama. Penyelenggarakan pelatihan kluster Lurah se-Kota Gorontalo dihadiri oleh Empat  kelurahan yakni,  Siendeng, Lekobalo, Donggala dan Talumolo. Peserta dari masing-masing perwakilan adalah dua orang peserta, Satu diantara perwakilan Wajib mengikuti pelatihan tersebut adalah lurah itu sendiri.Ini sesuai yang telah  ditetapkan Panitia Pelatihan Lurah/Desa kluster Kota Gorontalo. Pada Pelatihan Lurah/Kepala Desa, Hadir sebagai pemateri Kolaborasi Heru Zulkifli Thalib, (Kepala Bidang Fisik dan Prasarana Wilayah) Kota Gorontalo.

 Heru Zulkifli Thalib, SP., MTP (Kepala Bidang Fisik dan Prasarana Wilayah) Kota Gorontalo.

Pada materi beliau terkait dengan koaborasi terjadi dialogis bersama Lurah dan aparat kelurahan untuk lebih mempertajam penyelesaian pemasalahan 5 infrastruktur Utama yang tertuang dalam RPLP untuk pemenuhan pelayanan di atas 80%. Penajaman materi ini menarik karena selain singkronisasi perencanaan, juga kolaborasi penganggaran dalam penyelesaian kumuh dengan membahas peruntukan Alokasi Dana Kelurahan (ADK) yang diketahui pada Tahun Anggaran 2020 masing-masing kelurahan mendapatkan alokasi dana Rp. 370 juta/kelurahan. Bukan itu saja, materi yang tidak kalah pentingnya dan sering menjadi terabaikan terhadap apa yang telah dibangun, yakni materi Kelompok Pemanfaat dan Pemelihara yang disingkat dengan (KPP). Narasumber pada materi ini adalah Asrini Maria Sari Rauf (Dinas Perkim) Kota Gorontalo, dengan mengevaluasi hasil pemeriksaan infrastruktur yang dibangun sejak tahun 2017, 2018, 2019, baik melaui Dana BDI, BPM maupun dari dana Kolaborasi Alokasi  Dana Kelurahan (ADK). Selain sebagai pemateri, atas nama Dinas Perkim Kota Gorontalo juga mengingatkan kepada perwakilan pelatihan Lurah/Desa sekaligus mengharap agar (Ayahanda dan Bunda) untuk dapat mengerahkan seluruh masyarakat untuk peduli, dan bersama-sama mewujudkan permukiman yang layak huni. Berkelanjutan, dan mengelola kegiatan Kelompok pemelihara dan pemanfaat (KPP) dan mengalokasikan anggaran untuk pemeliharaan kegiatan infrastruktur.

Pelatihan Lurah/Desa yang dihadiri kluster  Kelurahan Siendeng, Lekobalo, Donggala dan Talumolo, di laksanakan selama Dua Hari, dengan perwakilan peserta pelatihan masing-masing Dua orang. Pelatihan Lurah/Desa sendiri dilaksanakan di Ruang Kantor Bappeda Kota Gorontalo pada Tanggal 15 – 16 Juli 2020.

Pelatihan Aparat Kelurahan dan desa, menjadi momentum yang strategis, untuk memotivasi kembali pentingnya kolaborasi dibangun pada semua sektor, baik dari sisi persiapan, perencanaan program melalui RPLP (RPJMDES/RKP), pelaksanaan, maupun keberlanjutan program yang akan dikelolah kelompok pemanfaat dan pemeliharaannya. Persiapan, perencanaan, pelaksanaan dan keberlanjutan program, merupakan satu kesatuan didalamnya yang tidak bisa dipisahkan satu dengan yang lainnya. Proses pembelajaran ini harus dikawal oleh kita semua sehingga harapan untuk bagaimana pemerintahan Kelurahan dan Desa menjadi ujung tombak pemerintah pusat melalui PUPR untuk mewujudkan pemenuhuhan pelayanan 5 infrastruktur utama ≥ 80% (Air Minum, sanitasi, persampahan, drainase dan jalan).

Target pemenuhan Lima Infrastrutur utama yang telah dicanangkan oleh pemerintah pusat melalui PUPR program Kota Tanpa Kumuh (Kotaku), harus direalisasikan dengan sebaik-baiknya. Pelatihan aparat Kelurahan dan Desa menjadi langkah awal untuk bagaimana pelaku pemerintahan Kelurahan dan Desa menjadi Good Governance. Pemerintahan yang baik akan tercipta apabila partisipasi semua elemen masyarakat dibuka melalui jalur demokrasi, sehingga kekuasaan bukan menjadi alat pemenuhuan kekuasaan tetapi merupakan alat untuk membagun kebersamaan melalui pintu kolaborasi.

Dokumentasi Keg. Pelatiahan Lurah Kepala Desa.

Pemerintahan yang baik, dimaknai secara terbuka dan beragam oleh banyak individu maupun lembaga. Sehingga semua elemen masyarakat dapat berpartisipasi aktif mengambil peran dalam upaya melakukan perubahan yang lebih baik. Termasuk didalamnya peran serta para pengusaha, LSM, perguruan Tinggi dan masyarakat lainnya. Dan ini harus dimulai dari sisi persiapan, perencanaan, pelaksanaan maupun dalam keberlanjutan program. Hal ini dimaksudkan agar semua pelaku yang terlibat, melalui inisiasi kolaborasi baik lansung maupun tidak lansung, apa yang dilakukan ada rasa memiliki. Sehingga pada tataran ini ada  kepentingan bersama dan kemenangan bersama.

Penulis: Mustar Musyahri, Sub Prof Sosialisasi OSP 8 Program Kotaku Provinsi Gorontalo

Editor : Mustafa Hanafi

News Feed