oleh

Kuliner Primadona Kawasan Lasbejerin

Heru Zulkifli Thalib, SP. MTP. (Kepala Dinas Perkim Kota Gorontalo).

Selasa, 16/02/2021, dilaksanakan pertemuan di Kelurahan Limba B Kecamatan Kota Selatan Kota Gorontalo. Agenda pertemuan dalam rangkah pengembangan usaha Kuliner Kawasan Lasbejerin (Lasahido, bersih, jernih dan indah). Kepala Dinas Perkim Kota Gorontalo dan OPD terkait memberikan perhatian khusus kawasan Lasbejerin pasca penanganan kawasan tersebut. Sorotan utama setelah selesainya penanganan kawasan ini adalah memaksimalkan potensi yang ada pada BKM, KPP dan warga terdampak proyek (WTP) sebagai bagian dari upaya mendorong penggunaan dan pemanfaatan fasilitas yang ada untuk memelihara lingkungan, sosial  guna meningkatkan kesejahteraan warga masyarakat kawasan Lasbejerin secara khusus, dan Kota Gorontalo pada umumnya. Melalui diskusi bersama Kepala Dinas Perkim, BKM, KPP, Korkot dan OSP 8 Provinsi Gorontalo dilokasi Kawasan Lasbejerin, terungkap bahwa, Fasilitas kawasan sesuai perencanaan sudah tersedia secara keseluruhan. Termasuk didalamnya aturan bersama sebagai acuan pengelolaan kawasan ini. Hal ini terungkap melalui hasil diskusi bersama yang dilaksanakan di Lokasi Kawasan Lasbejerin yang berlansung cukup alot dan lebih santai.

Kepala Dinas Perkim Kota Gorontalo, Heru Zulkifli Thalib mengatakan, tidak jarang dari program itu mengalami permasalahan diakibatkan karena kelompok pengelolaannya dilakukan secara biasa-biasa saja. Dan permasalahan seperti insentif juga sering kali menjadi alasan. Tapi dibeberapa tempat yang ada, peran kelompok seperti KPP itu sangat pital untuk bisa merencanakan dengan sumber daya yang ada untuk mengembangkan fasilitas, sehingga dapat bertahan lama. Termasuk juga pada pengembangan sumber daya lainnya dalam upaya  meningkatkan kesejahteraan masyarakat disekitarnya. Untuk KPP ini walaupun ini ada disetiap Kelurahan, saya ingin memberikan perhatian agar lebih aktif sesuai dengan perannya masing-masing. Salah satu caranya saya ingin mengajak KPP ini untuk melihat kawasan pintu pasar senen sebagai perbandingan. Dari kuliner yang ada dan sedang dijalankan oleh warga masyarakat Lasbejerin, ini memang masih perlu ada inovasi-inovai baru. Sehingga ini akan menjadi salah satu daya tarik masyarakat untuk mengunjunginya.

Ketika dimintai komfirmasi terkait kiat agar kawasan Lasbejerin tidak kembali menjadi kumuh lagi, Heru Zulkifli Thalib mengatakn, memang sejak kawasan Lasbejer ini ditata oleh Pemerintah pusat yang di backup dan dipasilitasi sepenuhnya oleh Pemerintah Kota dalam hal ini dinas perkim. Sehingga setelah kawasan ini tertata dan berubah wajahnya. Menjadi tugas kita semua, kami dari Dinas Perkim untuk menjaga agar kawasan yang sudah ditata dengan baik ini, dapat termanfaatkan, kedepan  sarana dan prasarana juga terpelihara. Sehingga umur pemakaiannya lebih panjang dan nilai manfaatnya bagi masyarakat lebih besar. Harapan kami seperti itu. Tidak hanya untuk kepentingan fisik dan lingkungan, malah seperti yang kita lihat jualan-jualan sepanjang kawasan ini, dampak ekonomi terhadap penataan kawasan ini dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Namun demikian yang kita sadari bahwa, kondisi ini kalau hanya mengandalkan potensi masyarakat setempat, tidak akan berjalan dengan baik. Oleh karena itu yang menjadi fokus kita kedepan adalah bagaimana semua pihak, semua stake holders itu memikirkan upaya-upaya agar dinamika yang ada dimasyarakat ini, terus berkelanjutan dan berkembang. Sehingga dari situ nilai tambahnya adalah kemampuan masyarakat untuk secara mandiri dapat melakukan pemeliharaan terhadap sarana dan prasarana yang sudah dibangun. Dan ketergantungan kepada Pemerintah dari waktu-kewaktu semakin berkurang.

“Kata Heru Zulkifli Thalib” Lintas sektor juga didorong berkolaborasi Pemerintah dan kelompok-kelompok  termasuk Kotaku, sebagai mitra Pemerintah Kota Gorontalo. Kita dan masyarakat melakukan pendampingan kepada masyarakat agar, kelompok masyarakat yaitu KPP, dapat kita tingkatkan kapasitasnya, kreatifitasnya, sehingga tidak saja dinikmati masyarakat setempat atau lokal, tapi ini akan menjadi ikon, dan memiliki daya tarik masyarakat Kota Gorontalo. Sehingga masyarakat Kota Gorontalo pada umumnya dapat menjadikan kawasan ini sebagai salah satu alternatif kunjungan-kunjungan sebagai wisata kuliner yang ada. Wisata kuliner yang memberikan suasana rekreatif. Sekaligus juga dapat menjamin keberlansungan aktifitas masyarakat disini.

Ketika dimintai komfirmasi terkait dengan potensi KPP untuk pengembangan usaha kuliner, sarana dan prasarana bermain dan fasilitas berolah raga, Heru Zulkifli Thalib mengatakan bahwa, ini yang saya sampaikan tadi pada diskusi bersama bahwa potensi besarnya itu, lokasinya berada dikawasan yang sangat strategis karena berada ditengah-tengah pusat kota. Dan memiliki akses dari mana saja. Utara, selatan, timur dan barat, semua bisa terjangkau. Dan ini muda dijangkau oleh siapaun juga, tinggal kita dorong bagaimana KPP menjadi representasi masyarakat yang ada disini, agar lebih kreatif mengembangkan potensi yang ada.

Kapasitas kelompk pemanfaat dan pemelihara (KPP) ini, kita akan dorong sehingga lebih punya kemampuan untuk mengelola dan mempromosikan kawasan ini menjadi kawasan yang mandiri secara ekonomi maupun secara sarana dan prasarananya. Yang memang sudah disiapkan, tinggal bagaimana menjaga dan memelihara sesuai dengan peruntukannya.  Kalau sudah terjadi seperti ini maka harapannya, aktifitas warga masyarakat Lasbejer Keluran Limba B, dapat meningkat ekonomi kesejahteraannya, baik secara lokal, dan umumumnya kepada masyarakat Kota Gorontalo.

Penulis :Sub. Prof. Komunikasi Program KotakuOSP-8 Provinsi Gorontalo.

Editor  : Mustafa Hanafi

News Feed