oleh

KPID, Literasi Media Damai Gorontaloku.

Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Provinsi Gorontalo, Pada literasi media damai Gorontaloku, merupakan sebuah wujud sosialisasi kepada masyarakat Provinsi Gorontalo. Yang  secara kebelutulan pada Tanggal 30 April 2022 seluruh siaran  Televisi analog akan dihentikan.  Sehingga berali transpormasi ke Televisi digital. Situasi dan kondisi ini bukan karena perubahan dan perpindahan teknologi, tapi lebih pada trasnpormasi mindset digital. Perlu untuk disosialisasikan termasuk konsep literasi yang diusung oleh Komisi Penyiaran Indonesia Pusat, Kita di Daerah yang tugasnya adalah mengawasi seluruh konten siaran atau berita, yang dilakukan oleh media televisi maupun media radio, dan termasuk juga melakukan advokasi dan sosialisasi kepada masyarakat. Konsep ini dikemas pada kegiatan literasi damai Gorontaloku.

Jumat  15 April 2022, di halaman masjid At Taubah Kota Gorontalo. Dengan konsep “NGOPI” bareng. Ngobrol perkara Islam.  Kegiatan yang dikemas dalam bentuk pemaparan selama 10-20 menit terkait dengan  urgensi peran mensos diera digitalisasi transporamsi  mengantisipasi konten atau berita yang bersipat hoas. Hadir sebagai Narasumber sekaligus membuka acara Ketua Komisi I DPRD Provinsi Gorontalo, Bapak Dr. A.W. Talib, Kepala Stasiun TVRI Gorontalo, Bapak Muh. Ikhsan, Pembawa tausiyah Bapak H. Dr. Rahmat DJafar. Lc. Ketua  Komisi Informasi Publik Provinsi Gorontalo. Meramaikan suasana diskusi Ngopi bareng, hadir  Ketua Tapak Wali Indonesia Provinsi, Gorontalo, Bapak Adha Wahab, Team Leader Program Kotaku Provinsi Gorontalo Bapak. Ilham Hamid. Juga hadir jajaran KPID Provinsi Gorontalo, Pimpinan Media se Provinsi Gorontalo, Hadir dan teristimewa bersama kita pula komunitas milenial sekolah Madrasah Aliah, dan utusan anak SMA Kota Gorontalo, Bapak Lurah, dan Ketua  Ta,mirul Masjid At Taubah Kota Gorontalo.

Ketua KPID Provinsi Gorontalo Bapak. Safrin Saifi, SE.  Pada kegiatan literasi media damai Gorontaloku, merupakan sebuah wujud sosialisasi kepada masyarakat Provinsi Gorontalo. Kita mengetahui bersama bahwa situasi dibeberapa tempat ada mengalami beberapa kegaduhan, tapi di Gorontalo melalui banyak silaturrahim dan dilakukan dalam bentuk tausiyah ramadhan, nilai-nilai kemanusian dan kemasyarakatan  serta perdamaian lebih dikedepankan dan akan tetap berlaku di Provinsi Gorontalo. Lanjut Kata “Safrin Saifi “ Acara ini insya Allah akan berlansung sampai Tanggal 26 April 2022. Dan dilaksanakan setiap Malam Rabu dan Malam Sabtu. Kegiatan didalamnya dilakukan tausiyah ramadhan, dan dirangkaikan dengan kegiatan Kepala stasiun TVRI akan memberikan pencerahan kepada kita tentang seperti apa yang akan dilakukan TVRI, sebagai lembaga penyiaran publik yang akan membawa gerbong migrasi transpormasi Televisi digital  Gorontalo.

Ketua Komisi I DPRD Provinsi Gorontalo, Bapak Dr. A.W. Talib, pada sambutannya mengapresiasi yang setinggi-tinginya kepada KPID Provinsi Gorontalo, meskipun belum seumur jagung, tapi sudah melakukan berbagai trobosan dalam rangka upaya pengenalan tentang apa itu KPID. Banyak masyarakat Provinsi Gorontalo belum mengenal apa itu KPID. Nah ini sudah mulai nampak, pengenalan mereka, terkait dengan keberadaan KPID Provinsi. Kata “A.W. Talib”. Begitu Strategis dan kedudukan KPID  dalam memantau dan mengawasi perkembangan media pada saat ini. Kita tau bahwa, saat ini merupakan era media, baik itu media cetak, media sosial apa lagi, dan media elektronik, radio banyak juga penggemar komunitasnya. Tentunya ini  perlu ada institusi yang akan melakukan pemantuan terkait dengan konten atau berita, informasi maupun data yang yang ada. Apa yang terjadi Kata “A.W. Talibkita kadang-kadang malah menjadi followers daripada media tersebut. Situasi ini sering kitapun kurang cermat, kurang jelih dan tidak teliti, tetapi lansung menerima informasi yang telah disajikan.  Kejadian seperti ini membuat kita salah kapra, pada hal mungkin saja berita ini  adalah hoas. Yang pada akhirnya menyesatkan kepada kita semua.  Banyak sebelumnya ketika vaksinasi dijalankan dalam rangka penanganan masalah Covid-19, banyak yang tidak mau divaksin. Karena adanya perkembangan inforomasi dan komunikasi yang sipatnya masih hoas. Ketik divaksin akan mengalami kematian, sebagainya dan lain-lain. Ini sangat menakutkan kepada kita semua.

Ini tentunya kategori berita yang tidak benar. Dan itu sudah merupakan kejahatan informasi komunikasi yang dibuat orang tersebut. Ini akan berhadapan dengan undang-undang IT. Tanggungjawab kita secara keseluruhan untuk mengingatkan kepada masyarakat. Media dibawa kemitraan KPID perlu terus dilakukan edukasi, sehingga mulai hari ini dan seterusnya, ada edukasi yang terkait dengan media, literasi media, agar masyarakat lebih mengenal tentang konten, berita, isi dan informasi data mana yang lebih bermanfaat kepadanya. Gorontalo kedepan Kata “A.W. Talib“Insya Allah Tanggal 19 April ini akan dilauching  menjadi provinsi Gorontalo Digital.

Pada closing statement Safrin Saifi mengatakan bahwa dalam konteks tugas dan pungsi KPID tentu akan melakukan pengawasan terhadap konten-konten media yang ada, dan juga berusaha memberikan suasana iklim yang kondusif sehingga industri media juga harus tumbuh  dan berkembang termasuk konten yang kreatif, dan sekaligus mengedukasi masyarakat agar lebih cerdas memilih berita. Di Dua kutub inilah KPID akan hadir. Selain itu, kita  akan membangun kesadaran kritis tingkat publik, kedepan pembelajaran inilah yang akan membuat selektif memilih berita yang lebih bermanfaat. Dengan demikian konten yang tidak bermanfaat dengan sendirinya akan hilang.

Penulis: Mustar Musyahri, Sub-Prof Komunikasi OSP-8
Program Kotaku Provinsi Gorontalo

Editor  : Mustafa Hanafi

Gorontalo, Mustar Musyahri
Jumat, 16 April 2022

News Feed