oleh

Kolaborasi Menjadi Agenda Utama FK. BKM Kabupaten Gorontalo

Kasmin Pauba Ketua FKA BKM Kab. Gorontalo.

Forum Komunikasi Anggota (FKA) Badan Keswadayaan Masyarakat (BKM) Program Kotaku Kabupaten Gorontalo, merupakan wadah BKM yang diperuntukkan untuk 23 Kelurahan/Desa di Dua Kecamatan, Limbota dan Kecamatan Telaga. FKA BKM Program Kotaku Kabupaten Gorontalo ini dimaksudkan untuk memotivasi dan meningkatkan perannya dalam upaya membangun kolaborasi , baik ditingakat Desa, Kelurahan, Kecamatan  dan Kabupaten. Melihat Forum dan perannya yang cair sangat strategis dan dinamis maka,   FKA BKM sangat memungkinkan untuk membahas dan menyelesaikan berbagai persoalan yang ada, tidak saja masalah kumuh lingkungan dan kawasan pada program Kotaku, tetapi pada issu-issu lainnya.

29 September 2021 telah dilaksanakan rapat koordinasi FKA BKM di Kantor Lurah Polohungo Kecamatan Limboto Kabupaten Gorontalo. Rapat koordinasi ini diwakili oleh  23 BKM yang ada di Dua Kecamatan Limboto dan Telaga sekabupaten Gorontalo. Agenda utamanya selain membangun hubungan silaturrahim, juga lebih mempertajam visi, misi FKA BKM tersebut, sebagai langka awal memperjelas program-program yang harus dipersiapkan  dalam upaya mendorong kolaborasi pada stake holders, baik pada tingkatan Desa/Kelurahan, kecamatan begitu pala pada Pokja PKP dan OPD yang ada di Kabupaten. Akumulasi harapan dan impian melalui tugas dan fungsi FKA BKM Kabupaten  Gorontalo, kemudian diinisiasi oleh Askot FIC Asri Isa, Askot Mandiri Sutami Kobandaha bersama Ketua Forum BKM Kamsir Pauba.

Dokumentasi

Ketua Forum Kumunikasi Anggota (FKA) BKM Kabupaten Gorontalo Kamsir Pauba pada rapat koordinasi menyampaikan dan mengajak kepada 23 BKM yang ada di Dua Kecamatan Limboto dan Telaga untuk saling bekerjasama. Komitmen ini penting untuk dirawat dan dipelihara sebagai lembaga keswadayaan masyarakat untuk menyelesaikan berbagai permasalahan penanganan skala lingkungan maupun skala kawasan. Dan Alhamdulillah pembuktian ini melalui program Kotaku penanganan infrastruktur yang telah dilaksanakan, masih lebih baik penanganannya dibandingkan dengan pekerjaan infrastruktur proyek-proyek lainnya, yang telah dipihak ketigakan.  Dan perbedaan ini tidak saja menyolok dari sisi infrastruktur, tapi aspek penganggarannya pun memiliki perbedaan selisi yang sangat berbeda sekali.

Kedepan Kata Kamsir Pauba kita berusaha tidak saja mengerjakan pekerjaan yang sudah berjalan melalui program Pemerintah Pusat, tetapi melakukan pendekatan kepada pemerintah Daerah, terutama bagaimana dana-dana kolaborasi yang ada pada OPD-OPD yang selama ini dilaksanakan melalui penunjukan lansung, kalau bisa ini juga melibatkan BKM yang ada, terutama pada pelaksanaan lansung pekerjaan tersebut.  Tentu BKM sebagai lembaga keswadayaan masyarakat yang masih kental dengan kerelawanannya, terutama dalam pembenahan infrastruktur yang ada jauh akan lebih baik  pekerjaan dan pemanfaatannya, kalau dibandingkan dengan pekerjaan dana kolaboarasi yang dipihak ketigakan yang sasaran utamanya hanya bagaimana mendapatkan keuntungan yang lebih banyak.  Sehingga keberadaan BKM  tidak saja mengerjakan pekerjaan yang selama ini ada pada program Kotaku, tetapi bisa juga mengelola lansung dana-dana kolaborasai yang ada pada OPD tersebut. Dan tugas serta pungsi Forum BKM Kabupaten ada disini “Kata Kamsir Pauba”.

Ketika dikomfimasi terkait keberadaan Program kotaku yang kemungkinan besar akan berakhir di Tahun 2021 terutama pada penanganan dan pendanaan skala lingkungan, Kamsir Pauba mengatakan bahwa, kami BKM tidak digaji dan memang tidak mengharap banyak kepada pemerintah tentang itu. Kaitan dengan program Kotaku yang berkelanjutan tentu kami semua yang ada di FKA BKM berusaha akan membangun kolaborasi kepada semua sektor. Karena inilah satu-satunya cara untuk lebih mudah mengatasi berbagai permasalahan , dengan memegang prinsip saling menguntungkan kepada semua pihak tanpa ada yang merasa kami rugikan.

Ilham Hamid TL. Program Kotaku OSP-8 Prov. Gorontalo.

Pada Rapat koordinasi Forum Anggota BKM kabupaten Gorontalo Ilham Hamid Team Leader Program Kotaku OSP-8 Provinsi Gorontalo, juga sempat berpesan dan mengingatkan kepada semua anggota Forum BKM sekabupaten Gorontalo  bahwa, tidak ada jalan terbaik yang harus dilakukan oleh FKA. BKM kecuali melakukan Kolaborasi kepada semua tatanan pelaku. Baik Pemerintah, swasta, masyarakat, LSM, dan para akademisi yang ada. Salah satu fungsi tugas BKM itu adalah menjembatani kegiatan-kegiatan kolaborasi “Kata Ilham Hamid”. Untuk itu ada dua hal yang harus dipersiapan, pertama melihat dan mereview dokumen RPLP masing-masing Kelurahan untuk setiap tahunnya. Karena disitu ada perencanaan selama lima Tahun kedepan. Bahan  ini yang kemudian dikoordinasikan dengan pemerintah setempat. Sehingga FKA BKM pada setiap aktivitasnya ini yang akan menjadi pegangan dan rujukan. Yang kedua FKA. BKM sifatnya cair dan dinamis, program-program yang ada perlu ada singronisasi dengan Pokja PKP dan OPD terkait untuk membangun dan mewujudkan kolaborasi. Semoga peran FKA BKM ini lebih aktif lagi, sehingga kedepan keberadaanya lebih baik  melalui kegiatan yang ada. Ya kita ingin satu saat ada peresmian kegiatan FKA. BKM yang diresmikan melalui kegiatan kolaborasi. Dan kalau sudah ada pembuktian satu atau dua kegiatan kolaborasi tentu ini akan menarik dan menjadi perhatian Pemerintah Daerah. Dan ini akan menjadi pertimbangan kedepan bahwa, dari pada saya pihak ketigakan mending ini disuwakelolakan kepada BKM yang ada.

Penulis    : Mustar Musyahri Sub. Prof. Komunikasi OSP-8 Provinsi Gorontalo.

Editor      : Mustafa Hanafi 

          Gorontalo, Mustar 
Kamis, 30 September 2021

News Feed