oleh

India Laporkan Rekor 3.780 Kematian Akibat Covid-19

Pelopornews. Com India pada Rabu mencatat angka kematian harian tertinggi terkait Covid-19 sejak pandemi dimulai di negara itu.

Menurut data Kementerian Kesehatan yang dirilis pada Rabu pagi, sedikitnya 3.780 orang meninggal dalam 24 jam terakhir, sehingga jumlah kematian menjadi 226.188 jiwa.

Meskipun ada sedikit penurunan infeksi harian sejak Minggu, kasus melonjak lagi menjadi 382.315 pada Rabu, sehingga total kasus mencapai 20,66 juta. Dengan bertambahnya kasus baru setiap harinya, sistem kesehatan di negara itu hampir kolaps.

Sejumlah rumah sakit di ibu kota negara, New Delhi, terus melaporkan kekurangan pasokan oksigen medis.

Beberapa rumah sakit bahkan melaporkan masalah itu ke pengadilan India setelah banyak pasien meninggal karena krisis oksigen. Dalam pernyataannya, pengadilan India menggambarkan situasi itu sebagai “genosida”.

“Kami prihatin dengan situasi ini di mana banyak pasien Covid-19 meninggal karena tidak kebagian oksigen hanya karena orang-orang yang telah dipercayakan untuk memastikan pasokan medis lalai dalam menjalankan kewajibannya. Tidak berlebihan jika kami menyebutnya sebagai genosida,” tegas Pengadilan Tinggi Allahabad di negara bagian utara Uttar Pradesh, Selasa.

Sidang mengenai kasus itu kini sedang berlangsung di pengadilan tersebut.

Sementara itu, bank sentral India telah mengumumkan fasilitas likuiditas sebesar 500 miliar rupee India (USD6,7 miliar) untuk akses ke layanan kesehatan darurat di negara itu.

Pengumuman oleh Reserve Bank of India dikeluarkan ketika negara itu terus berjuang menghadapi gelombang kedua pandemi.

“Di bawah skema tersebut, bank dapat memberikan dukungan pinjaman baru untuk berbagai entitas termasuk produsen vaksin dan juga pasien dalam perawatan,” jelas Gubernur Shaktikanta Das pada Rabu, yang menambahkan bahwa dana akan diberikan untuk jangka waktu hingga tiga tahun.

Das menegaskan bahwa bank akan terus memantau situasi dan mengerahkan semua sumber daya dan instrumen sesuai instruksinya.”Memulihkan akses normal ke tempat kerja, pendidikan, dan pendapatan menjadi prioritas saat ini,” ujar dia.

News Feed