oleh

Fasilitator Kotaku, Se OSP-8 Dibekali Pelatihan Dasar

Bapak Imanudin TA, Pelatihan KMP.

Pelatihan Dasar Fasilitator Program Kota Tanpa Kumuh (Kotaku) OSP-8 Sulawesi Utara, Maluku Utara dan  Provinsi Gorontalo, dilakukan secara serentak. Pelatihan dasar wajib diikuti oleh semua Fasilitator yang belum pernah mendapatkan pelatihan dasar. Mengingat materi ini sebagai dasar awal pengetahuan yang harus diketahui dan dipahami oleh Fasilitator untuk melakukan pendampingan distiap lokasi dampingannya. Jumlah peserta pelatihan dasar Sulawesi Utara 30 Orang, Maluku Utara 27 Orang dan Provinsi Gorontalo sendiri 6 Oarang. Total peserta pelatihan dasar sebanyak 63 Orang Fasilitator. Pemandu pada pelatihan dasar, Sulut 9 Orang, Gorontalo 5 Orang, dan Maluku Utara 6 Orang. Pemandu dan Fasilitator pada pelatihan dasar sebanyak 83 Orang.

28-30 Juli 2021 dilaksanakan Pelatihan dasar bagi fasilitator program Kotaku sebagai pengetahuan dasar dalam melakukan pendampingan. Pelatihan dasar Fasilitator dilaksanakan dengan metode Mebinar. Ini sebagai upaya mendukung program pemerintah dalam upaya penanganan dan pencegahan Covid-19, sekaligus upaya kongrit oleh pelaku Program Kotaku memutus matarantai penyebaran Covid-19 tersebut. Hikma dibalik kejadian menyebarnya Penyakit koronavirus 2019, menambah kekompakan dan rasa tanggung jawab  Tiga Provinsi, Malut, Sulut dan Gorontalo melakukan pelatihan dasar Fasilitator secara bersama-sama. Dan Pelatihan ini lebih menambah semangat berbagi baik oleh pemadu, Fasilitator untuk saling sharing pengalaman dalam memperkaya pengetahuan baru untuk semuanya.

Imanudin Tenaga Ahli Program Kotaku Konsultan Managemen Pusat (KMP) pada sambutannya menyampaikan bahwa, pelatihan dasar Fasilitator Kotaku, merupakan pelatihan yang wajib diikuti baik mulai dari Tim Korkot, Fasilitator yang baru bergabung di Program Kotaku. Hal ini bertujuan memberikan pengenalan terkait dengan pemahaman materi-materi dasar sebagai bekal dalam melakukan pendampingan  di program Kotaku. Saat ini kita berada pada kondisi Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) darurat, dimana yang terpapar Covid-19 semakin meningkat. Oleh karena itu mari semakin menjaga diri  kita, keluarga kita  pastinya Negri kita untuk memerangi virus ini. Dengan semakin ketat melakukan protokol kesehatan. Sehingga semua ini, pelatihan dasar Fasilitator dilakukan dengan daring atau Webinar. Sampai saat ini kebijakan dari PPK Pusat, bahwa seluruh kegiatan pelatihan diwajibkan melalui metode online, hal ini dimaksudkan untuk mencegah menyebarnya Penyakit koronavirus ini. Lanjut “Imanudin” mengatakan untuk diketahui  secara nasional berdasarkan data bahwa personil Kotaku yang terpapar,  positif 502 orang, yang sudah sembuh 303 orang, kemudian yang belum sembuh dan sedang isolasi mandiri 170 orang, yang sedang dirawat 9 orang, dan yang meninggal dunia ada 11 orang. Hal ini merupakan permasalahan yang serius, karena telah banyak personil Kotaku yang terpapar. Dan saya juga turut prihatin semoga yang terpapar diberikan kesabaran dan segera disembuhkan, dan yang sudah meninggal dunia mudah-mudaahan Husnul Khatimah dan tetap dalam keadaan syahid.

Kapala Satker pelaksanaan prasaran permukiman Provinsi Gorontalo,

Dalam kondisi seperti  sekarang ini, ketangguhan kita sebagai pendamping benar-benar sedang menghadapi ujian. Kita harus satukan barisan, kita harus satu frekuensi dan satu semangat. Karena kita perlu kerja keras dan berikhtiar dengan sungguh-sungguh, baik ikhtiar lahir maupun batin, ditengah-tengah kondisi pendampingan agar tetap dapat berjalan. Perlu menjaga pola hidup bersih dan sehat, mengikuti protokol kesehatan dengan menggunakan masker, menjaga jarak dan menghindari kerumunan serta secara berkala mencuci tangan. Mengkomsumsi makanan-makanan yang sehat, bergizi, hingga olah raga secara teratur juga penting untuk dilakukan untuk menambah imun dan daya tahan tubuh kita. Sehingga kita semua dapat menjadi contoh teladan ditengah-tengah masyarakat dampingan kita. Meperbanyak doa, istighfar, zikir, kepada Allah Yang Maha Kuasa. Melalui pelatihan dasar Fasilitator harapannya bahwa, kondisi saat ini melakukan adaftasi dan betul-betul melakukan pendampingan dengan semaksimal mungkin, tetap melakukan protokol kesehatan sehingga angka yang terpapar Covid ini semakin menurun dan kalau bisa tidak ada lagi yang terpapar dan begitupula Covid-19 ini menghilang dengan Izin Allah SWT.

Dokumentasi

Kapala Satker pelaksanaan prasarana permukiman Provinsi Gorontalo, Rawin Adam, mengingatkan kembali atas himbauan Direktur Cipta Karya dan  PKP terkait dengan penyebaran Covid-19 maka, dengan Program Kotaku juga harus memberikan dukungan untuk pencegahan dan penyebaran Covid-19 ini. Oleh karena itu metode yang digunakan pada pelatihan dasar Fasilitator adalah metode Webinar atau Zoom meetings. Untuk mencapai RPJMN Tahun 2020-2024 dengan fokus utama dibidan perumahan dan permukiman dengan gap 10.000 HA pengurangan kumuh dan juga capaian target SDG,s Tahun 2024. Melalui Program Kotaku juga diharapkan untuk tetap mempertahankan prinsip-prinsip dalam memperkuat peran pemerintah daerah dan memberdayakan masyarakat melalui gerakan 100-0-100. Yakni 100 % air minum, 0 %  Kumuh, dan 100 % sanitasi layak. Agar kegiatan dan pendampingan berjalan dengan baik, maka pelatihan dasar Fasilitator sangat diperlukan dalam rangka menyiapkan pendampingan program yang memadai baik dari sisi pengetahuan, keterampilan maupun komitmen dalam mendampingi masyarakat. Sebagaimana yang diharapkan tujuan dasar pelatihan Fasilitator meningkatkan pengetahuan, pemahaman dan mekanisme dalam program Kotaku. Selain itu meningkatkan pemahaman konsep penanganan perumahan dan permukiman yang layak huni dan berkelanjutan. Melalui pola kerjasama dan kolaborasi multi sektor dan multi peran, baik jajaran stake holder pemerintah, BKM, masyarakat, LSM, Perguruan Tinggi dan kelompok-kelompok peduli lainnya.

“Rawin Adammengingatkan kepada semua tatanan pelaku Kotaku agar semua kegiatan tetap dioptimalkan sebagaimana yang diharapkan dengan tetap menerapkan protokol kesehatan pada semua jenjang pelaku. Sekaligus menjadi contoh teladan ditengah pendampingan masyarakat. Dan kepada peserta pelatihan dasar Fasilitator, agar dapat mengikuti dengan seksama bertukar pengalaman baik sesama peserta pelatihan, lebih lagi peserta pelatihan dan para pemadu pelatihan tersebut. Sehingga pelatihan dasar Fasilitator ini menjadi momentum untuk menambah pengetahuan, konsep, maupun keterampilan, terutama peserta pelatihan dasar Fasilitator. Ini penting sebagai bekal menju pendampingan yang bermartabat, berkualitas dan Insya Allah menjadi amal ibada pengabdian kita semua  dalam melakukan pendampingan di masyarakat.

Penulis: Mustar , Sub Prof Sosialisasi OSP 8 Program Kotaku Provinsi Gorontalo

Editor  :  Mustafa Hanafi

Gorontalo, Mustar Jumat,30 Juli 2021

News Feed