oleh

Cash For Work (CFW) Dinanti 24.000 Pengemudi Bentor Di Gorontalo

Dokumentasi

Pelopornews. Com Gorontalo – 28/4/2021 telah dilaksanakan launching program Kotaku Bantuan Pemerintah Untuk Masyaraakat (BPM) Padat Karya Tunai (PKT) atau yang biasa disebut dengan Cash For Work (CFW) untuk Tahun anggaran 2021. Pelaksanaan kegiatan ini dipusatkan di Kelurahan Limba U1. Launching ini pertanda telah dimulainya pelaksanaan kegiatan padat karya tunai yang ada di Sepuluh Kelurahan di Kota Gorontalo. Kegiatan ini tentu didasari pada Kepmen PUPR Tanggal 19 Februari  No. 177/KPTS/M/2021, tentang Lokasi dan Alokasi Bantuan kegiatan Infrastruktur berbasis masyarakat Tahun Anggaran 2021. Dimana 10 Kelurahan, masing-masing mendapatkan alokasi dana BPM CFW sebesar Rp. 300.000.000. Kegiatan padat karya tunai pada pelaksanaan kegiatannya mengacu pada Prosedur Operasional Sntandar (POS) dan beberapa koridor lainnya sebagai acuan kegiatan pelaksanaannya. Ini penting melihat urgensi CFW  dimaksudkan untuk membantu para warga masyarakat yang terdampak akibat pandemik Covid-19. Padat Karya Tunai diharapkan dipercepat sebagai uapaya membuka peluang para warga masyarakat untuk bekerja agar memperoleh penghasilan sehingga, dapat mempercepat daya belih mereka dalam upaya pemulihan ekonomi nasional.

Launching program BPM CFW untuk 10 Kelurahan yang ada di Kota Gorontalo, diresmikan oleh Walikota Gorontalo H. Marten Taha, SE., M.Ec.Dev.  Heru Zulkifli Thalib, pada laporan pembukaannya kepada Walikota Gorontalo menyampaikan bahwa,selain BPM CFW untuk 10 Kelurahan dengan total dana Rp. 3000.000.000 yang kegiatannya mulai Minggu ini serentak melakukan kegiatan rehabilitasi perbaikan dan pemeliharaan infrastruktur yang sudah terbangun sebelumnya. Pada lokasi reguler di 5 Kelurahan di Kota Gorontalo juga sudah dalam proses pemberkasan untuk pencairan dananya sebesar Rp. 5000.000.000. Kelurahan yang mendapatkan alokasi dana BPM CFW antara lain Limba U Satu, Buliide, Tenilo, Tomulabutao, Dembe 2, Dembe Jaya, Heledulaa Utara, Padebuolo, Tanjung Kramat dan Botu. Sedangkan Lokasi BPM Reguler yang mendapat alokasi dana perkelurahan sebesar Rp. 1.000.000.000 adalah Pilolodaa, Pohe, Bugis, Leato Selatan dan Leato Utara. Lokasi CFW sendiri menjadi harapan kita bersama untuk segera membantu meningkatkan daya belih masyarakat sebagai bagian untuk pemulihan ekonomi nasional, “Kata Kadis perkim Kota Gorontalo Heru Zulkifli Talib”. Kepada unit pengelolah yang mendampingi dan melaksanakan program Kotaku BKM, Lurah serta kelompok swadaya masyarakat, kami ucapkan banyak terima kasih. Dan terkhusus kepada Koordinator BKM Limba U 1 yang mulai kemarn mempersiapkan segala sesuatunya demi launching BPM CFW hari ini, kami juga mengucapkan banyak terima kasih yang sebesar-besarnya.

Kepala Balai Prasarana Permukiman Wilayah Gorontalo, Nurdina Habibie pada sambutannya menghimbau kepada kita semua bahwa dalam pelaksanaan pekerjaan padat karya tunai ini benar-benar melibatkan tenaga kerja warga masyarakat tempat pelaksanan pemeliharan dan perawatan infrastruktur yang sudah terbangun.   Mengapa demikian, karena kegiatan ini secara terstruktur terpantau dari atas sampai pada tempat pelaksanaan kegiatan ini. Hal lain yang perlu juga saya sampaikan “Kata Nurdiana Habibie” adalah terkait dengan keberlanjutan Program Kotaku, Terutama rencana penanganan skala kawasan Santorini Kelurahan Talumolo. RC (redinass Criteria) memohon agar semua persiapannya supaya segera dilengkapi, termasuk dalam hal penyiapan lahannya. Dalam hal ini lokasi Lasbejer Kelurahan Limba B sebagaimana pada kesepatan penataan  awal sebagai wisata kuliner tentu ini akan senantiasa juga kita akan evaluasi selalu agar supaya dapat berjalan sesuai dengan fungsinya.

Dokumentasi

Padat karya itu adalah suatu proyek, dimana pekerjaaan sebahagian besar dananya itu lebih banyak mengalir kepada pekerja-pekerja sesuai apa yang disampaikan oleh Kadis perkim kota Gorontalo bahwa 60% dananya diutamakan kepada para pekerjanya. Demikian Kata Walikota Gorontalo H. Marten Taha. Program ini dalam rangka program kota tanpa kumuh (Kotaku) yang oleh Team Leader Kotaku, Alhamdulillah menjadi perhatian yang luar biasa. Tahun 2021 ini kami akan merencanakan dan sudah menyusun DED untuk  penanganan skala kawasan Santorini Kelurahan Talumolo. Sesuai apa yang disampaikan oleh Ibu Kabalai akan kami rampungkan apa yang menjadi pensyaratan yang dibutuhkan untuk lingkup Kota Gorontalo saya akan penuhi semuanya. Mari kita refleks kebelakang, tahun 2016 Sk Walikota Gorontalo itu luasnya 226,8 HA. Tahun 2017 saya mulai menata,  di Tahun 2019 menjelang tahun 2020, kita memasuki pandemik Covid-19 selesai 226,8 HA itu. Kemudian Tahun 2021 kita membuat lagi SK baru yang ada di 18 Kelurahan dengan luas kawasan kumunya adalah 206,77 HA. Dan itu akan saya tuntaskan, sehingga seluruh kawasan kumuh di Kota Gorontalo akan habis. Padat Karya Tunai (PDT) juga memberikan manfaat yang besar sekali di Kota Gorontalo ini.

Pencari kerja di Kota Gorontalo itu jumlahnya 6786 orang, ini data dari dinas tenaga kerja. Koperasi UKM yang ada di LLK (Loka Latihan Kerja) yang Satu minggu yang lalu juga saya sudah buka pelatihannya. Dan ini hanya bisa menyerap 96 orang tenaga kerjanya. Jadi dari 6786 orang masih ada sekitaran 6690 yang tidak punya pekerjaan. Datanglah padat karya tunai ini  yang mampu memberikan solusi terhadap apa yang dihadapi oleh pemerintah daerah. Termasuk kesulitan masyarakat mencari pekerjaan. Maka oleh karena itu dengan Cash For Work (CFW) ini membantu saudara-saudara kita yang mencari pekerjaan seperti bentor misalnya. Bentor ini pekerjaan hari-hari tapi karena suatu saat iya akan menjadi pekerjaan musiman. Mengapa, karena situasi pandemik Covid-19 sekarang ini yang paling terasa adalah pekerja pengemudi bentor itu sendiri. Bentor yang mengangkut barang dan manusia, terutama orang beraktifitas setiap hari, seperti anak-anak sekolah mulai taman kanak-kanak, SD, SMP dan SMA ini jumlahnya kurang lebih 36 ribu, ditambah guru-guru dan para pegawai sekolah kurang lebih 40 ribu orang.  Ini memakai jasa angkutan transportasi setiap hari. Sekarang semuanya stop akibat dampak dari Covid-19. Sepuluh Ribu Enam Puluh Lima Bentor yang ada di Kota Gorontalo. Jadi Jasa pengemudi Bentor saya sekitar 24.000 yang kehilangan penghasilan akibat dari dampak Covid-19 tersebut.  Ini tersebar dibeberapa tempat yang mencari penghasilan di Kota Gorontalo. Akibat aktifitas sekolah tidak lagi berjalan seperti biasanya, pegawai-pegawai kerja dirumah, para pedagang juga dibatasi, semua itu kehilangan pekerjaan dan penghasilan.

Dokumentasi

Metode yang menjadi bagian dilakukan oleh Walikota Gorontalo dalam upaya memberi penghasilan kepada para pencari nafkah melalui jasa angkutan bentor ini dengan mengantarkan pembagian sembako kepada para penerima tersebut sampai ketempat tujuannya. Sehingga bisa berpenghasilan sekitaran Rp. 50000. Tapi ini hanya sekali dalam sebulan. Maka salah satu solusi adalah Cash For Work (CFW) mudah-mudahan dapat mengatasi persoalan yang ada selama ini. Apalagi di Bulan suci Ramadhan menjelang hari raya, kita semua termasuk masyarakat butuh penghasilan untuk membiayai kebutuhan hidupnya. Oleh karena itu saya menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada Ibu Kabalai Nurdiana Habibie, Kadis Perkim Provinsi dan Kota Gorontalo Heru Zulkifli Talib, yang bisa bekerjasama, berkolaborasi dan bersinergi untuk dapat mendatangkan program ini,  untuk masyarakat kami. Karena CFW dan BPM reguler merupakan program yang sangat dinanti-nanti oleh pemerintah Kota Gorontalo dalam rangka mengatasi persoalan pengangguran yang ada sekarang ini. Terima kasih kami sampaikan kepada teman -teman dari program Kotaku, semoga kolaborasi multi sektor yang sudah kita berlakukan selama ini lebih banyak memberikan manfaat kepada masyarakat Kota Gorontalo. Sebagaimana tagline kami yang sudah masuk ke nasional, Benahi Kota, Rumah Kita Bersama.

Penulis : Sub. Kumunikasi Program Kotaku OSP-8 Provinsi Gorontalo.

Editor   : Mustafa Hanafi

Gorontalo, 28 April 2021        Mustar Musyahri

News Feed