oleh

BELAJAR DARI ITALIA,FADLI ZON INGATKAN JOKOWI JANGAN TUNDA LOCKDOWN

Pelopornews.com..Jakarta… Wakil Ketua Umum Gerindra Fadli Zon mengingatkan Presiden Joko Widodo untuk mengambil langkah yang lebih tepat untuk menangani pandemi Corona. Sebab rasio kematian yang tinggi.

Fadli menyinggung tingginya jumlah kematian akibat Corona di Itali. Menurutnya, hal itu disebabkan karena pemerintah Itali terlambat melakukan lockdown.

“Sebagaimana yang banyak kita ketahui, salah satu sebab kenapa Italia kini mengalami kondisi lebih buruk dari Cina adalah karena pada mulanya mereka terlalu menganggap remeh wabah Covid-19. Mereka terlambat melakukan lockdown, sehingga pada akhirnya virus menyebar dengan cepat ke seluruh wilayah melebihi kapasitas perawatan yang bisa disediakan,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Selasa (24-3-2020).

Menurutnya, jika Presiden Jokowi masih bertahan pada pola penanganan seperti hari ini, tak menutup kemungkinan situasi Indonesia mengikuti Itali.

“Jika kita masih bertahan dengan pola koordinasi yang telah diterapkan selama seminggu terakhir, bukan tak mungkin kita akan mengalami situasi yang lebih buruk dari Italia dalam beberapa minggu ke depan,” ucapnya.

Ketua BKSAP DPR itu membandingkan data terjangkit di Wuhan, Cina dengan Jakarta. Wuhan, kata Fadli, mencapai 495 orang sementara Jakarta sedikitnya 304. Fadli mendorong pemerintah supaya menerapkan langkah yang drastis melihat momentum tersebut.

“Ini adalah titik kritis untuk segera memulai sebuah kebijakan drastis,” kata dia.

Namun Fadli tak melihat pemerintah segera menerapkan lockdown. Karena muncul pro kontra khususnya jika diterapkan di Jakarta. Kontra karena kekhawatiran mempercepat krisis ekonomi. Ditambah, kata Fadli, kelompok kontra ini membandingkan Hongkong, Shanghai, dan Singapura yang tak dilockdown. Menurut Fadli berbeda karena negara itu bisa mengontrol pintu masuk. Juga bukan episentrum pandemi corona.

“Artinya, dalam menyusun pertimbangan mengenai lockdown Jakarta, maka kasus Singapura, Shanghai dan Hongkong bukanlah pembanding yang tepat. Kasus lockdown kota Manila, atau New York, mungkin bisa dijadikan pembanding,” kata dia.

Fadli memahami wacana lockdown Jakarta menimbulkan dilema sebagai urat nadi perekonomian dan politik nasional. Kebijakan itu juga akan memukul rakyat kecil yang menyandarkan perhatian pada kerja harian. Namun, kata dia jika tidak dilakukan maka dikhawatirkan akan sulit membatasi penyebaran virus Covid-19.

Maka itu, Fadli mengatakan, Jokowi harus menghitung dari mana akan mengatasi krisis Corona ini. Menurutnya, ekses ekonomi akan lebih mudah dikontrol daripada penyebaran virus.

Dia meminta tak perlu lagi menunda waktu untuk melakukan lockdown sebelum jatuh banyak korban.

“Jadi, Pak Jokowi, jangan buang-buang waktu menunda lockdown karena nanti akan lebih banyak korban jatuh. Gunakan anggaran bantuan sosial dan anggaran lain untuk membantu mereka yg terdampak, seperti pekerja harian, tukang ojek, sopir taksi, buruh, tani, pedagang kecil, dan seterusnya. Siapkan jaring pengaman sosial dengan mengalihkan belanja proyek-proyek pembangunan fisik yang tidak mendesak dan bisa ditunda,” tegasnya.

News Feed